Senin, 31 Agustus 2015

Comments
Hadir Lagi


di penghujung Agustus 2015, blog ini mulai kembali aktif, mudah-mudahan dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat. Amien

Jumat, 25 Mei 2012

Zaman Elektrik

Comments

Judul diatas patut di apresiasi, di era abad ke-20 semua data diidentifikasi dengan pola elektrik. Awal Desember 2011 sampai dengan Januari 2012 saya dan keluarga berkesempatan untuk membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektrik dimana kami diperkenankan datang ke kantor Kecamatan dengan hanya membawa undangan dari RT setempat/tempat tinggal. Dengan Gratis undangan tersebut kami mendapatkan pelayanan maksimal. Begitu memasuki ruangan pembuatan KTP elektrik, anda dihadapkan dengan peralatan komputer, web cam, alat sidik jari, alat foto retina (alat foto untuk mata: red). Setelah foto, anda di persilahkan cap 3 jari (kiri dan kanan), setelah itu mata juga turut di elektrik-kan. tapi Alhamdulillah waktunya tidak lama dalam proses tersebut, sehingga hanya kira-kira 15 menit sudah selesai. Namun, setelah proses pembuatan KTP elektrik tersebut hasil KTP elektrik untuk kami belum dapat diambil pada saat itu juga atau dengan kata lain, KTP-nya masih diproses secara Nasional. Ma’lum proses pembuatan KTP ini masih dalam tahan awal percobaan di seluruh Negara Republik ini, sehingga verifikasi-nya bisa sampai bulan Mei (katanya). tujuan pembuatan KTP elektrik ini adalah setiap anggota masyarakat mempunyai hanya 1 nomor identifikasi secara nasional, sehingga dimanapun anda tinggal bisa dibawa dan digunakan KTP yang anda telah dapatkan, tidak perlu lagi membuat di Kecamatan setempat yang anda datangi. Namanya juga KTP Nasional
Setelah program pembuatan KTP eletrik untuk warga masyarakat. Pada pertengahan Mei 2012, di kantor saya juga di datangi Team dari Badan Kepegawaian Negara untuk melakukan proses foto Kartu Pegawai Negeri Sipil (KARPEG) Elektrik untuk seluruh pegawai yang ada. Proses-nya sama dengan pembuatan KTP elektrik, namun bedanya adalah proses foto yang untuk di mata tidak dilakukan, yang dilakukan dalam proses pembuatan adalah foto dan hanya sidik jari saja. waktu pembuatannya kira-kira 10 menit sudah selesai. Mantap yah..., namun sama dengan KTP elektrik, hasil KARPEG-nya juga belum ada, masih juga di proses pencetakannya seluruh Indonesia. pokoknya di tunggu saja.... nanti juga datang ....
Nah, melihat dari kejadian kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100 pada Mei 2012, dimana korban-korban kecelakaan Pesawat yang membawa penumpang puluhan orang penumpang tersebut harus perlu diidentifikasi secara detail, hal tersebut dilakukan untuk bagaimana mencocokan data-data penumpang yang sebagian sudah tidak utuh lagi dengan data-data yang ada pada keluarga. data-data yang diidentifikasi diantaranya adalah DNA, Gigi dan Rambut, dan hal-hal lain yang dianggap penting. Data-data yang dikumpulkan dari tim identifikasi POLRI (DVI-Inden) disebut Antemortem tersebut adalah data yang sangat vital oleh seorang individu, sehingga membantu dalam mencocokan bagian tubuh atau mengenali korban kecelakaan (Postmortem) tersebut.
Pelajaran yang kita harus petik dari semua kejadian (bukan hanya kecelakaan bisa juga proses identifikasi korban hilang dsb..) adalah bagaimana kita mempersiapkan seluruh data kita, tidak mendetail juga tapi hal-hal yang bersifat umum, misalnya pola gigi, sidik jari, golongan darah dan lain-lain yang dianggap perlu. Untuk itu pembuatan KTP maupun KARPEG secara elektrik mungkin bisa membantu kita ataupun pemerintah dalam mengidentifikasi warganya, sehingga ada hal-hal tertentu yang bersifat mendadak ataupun dalam mengatur administrasi kita untuk jangka panjang dapat terlaksana dengan baik. Asalkan data yang ada baik di KTP maupun KARPEG dapat dijaga baik kerahasiaan pada hal-hal tertentu maupun keterbukaan pada kepentingan-kepentingan insidentil.
Yah, walaupun banyak kelemahan dan kelebihannya hidup di zaman elektrik ini, namun perlu-lah kita bersyukur atas kemajuan yang ada, sepanjang kemajuan itu dapat memberikan kita kenyamanan dan kelangsungan hidup yang lebih baik, mari kita sukseskan secara bersama-sama.

Selamat & Sukses MTQ 2012 di Bumi Rempah-Rempah

Comments
Alhamdulillah, pada tahun 2012 ini, Provinsi Maluku diberikan kesempatan untuk dapat melaksanakan salah satu agenda Kementrian Agama Republik Indonesia, yaitu pelaksanaan MTQ Nasional yang ke-24 kegiatan yang akan dilangsungkan dengan maksud dan tujuan adalah untuk Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah melalui jalinan budaya baca Al-Qur’an serta pemahaman isi dan kandungan Al-Qur’an serta Membangun dan memperkuat citra positif Islam di Indonesia secara global. Kegiatan tersebut nantinya akan dilaksanakan tanggal 8 sampai 19 Juni 2012 dan rencananya dibuka oleh Presiden Republik Indonesia bpk Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan pejabat Negara pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. dan rencananya juga ditutup oleh Wapres RI bpk Boediono.
Kegiatan yang berpusat di Kota Ambon dilaksanakan di sejumlah tempat diantaranya, perguruan Muhammadiyah, kampus IAIN, pelataran Mesjid Raya Al-Fatah, Gedung Islamic Centre, dan Kampus UKIM Ambon.
Warga Maluku secara umum, dan kota Ambon secara khusus telah mempersiapkan segala persiapan sehingga Kota Ambon semakin cantik diantaranya bersih lingkungan (JUMPA Berlian), penataan Lapangan Merdeka (tempat pembukaan pelaksanaan kegiatan), penataan dan pelebaran Jalan, pembersihan dan perbaikan taman kota, penataan Listrik kota, sampai dengan pengamanan keamanan kota Ambon dan sekitarnya. Insiden 15 Mei 2012 kemarin pun tidak menyulutkan masyarakat dan pemerintah dalam membatalkan kegiatan dimaksud, namun dengan demikian dari kejadian tersebut terjadi suatu kemajemukan yang sangat positif dalam menjaga kota Ambon dari segala bentuk provokasi dari orang-orang tidak menginginkan warga Maluku untuk hidup damai.
Maluku dengan kemajemukan adat istiadat, suku, agama dan ras yang berbeda. Provinsi yang lekat dengan Pela dan Gandong merupakan aset lestari kedamaian yang sempat terganggu dengan ulah orang yang tidak bertanggung jawab. dan sekarang ini masyarakat sudah lelah dan bosan, malahan sudah cuek dengan segala konflik yang terjadi. Hal ini dikarenakan segala aspek dapat menggangu kelangsungan hidup bermasyarakat baik itu ekonomi, sosial, pemerintahan bahkan sampai ke dunia pendidikan.
Dengan momentum MTQ ini, membangkitkan gairah masyarakat Maluku untuk menjaga kestabilan keamanan, baik di lingkungan tempat tinggal maupun di lingkungan masyarakat sekitar. dan dukungan Masyarakat Maluku khususnya kota Ambon dengan Baliho, spanduk sepanjang jalan di Kota Ambon bukan hanya merupakan simbol, namun merupakan suatu tekad yang mulia dari rukun antar umat beragama, umat sosial dan umat yang peduli akan hidup yang lebih baik.
Sehingga pada kesimpulan, selamat datang para khafilah/peserta MTQ Nasional yang ke-24 di bumi rempah-rempah ini, wujudkan keramah-tamahan warga Kota Ambon dan Provinsi Maluku pada umumnya, sehingga keikutsertaan anda dapat bermanfaat bagi kami warga Maluku maupun memberikan pencitraan yang baik dalam legitimasi Provinsi Maluku sebagai daerah yang aman dan damai.
Akhir kata, selamat berlomba dan ber-fastabikhul khairat.

Selasa, 20 Maret 2012

1 Paket

Comments
Alhamdulillah, perjalanan profesi S1 telah selesai dengan dilaksanakannya yudisium, penyumpahan, dan wisuda. perjalanan yang cukup panjang menghabiskan materi dan energi fisik. Pengorbanan yang tidak sia-sia. Semua dimulai dengan ikhlas dan perlahan-lahan namun pasti akhirnya selesai tepat pada waktunya. Amin ya Rabb

Kamis, 21 April 2011

awal profesi....

Comments

kesan pertama begitu indah...kesan kedua ... terserah anda

Menjelang 5 minggu menapaki perjalanan profesi untuk gerbong I (KMB), terasa kembali ke dunia keikhlasan dalam melayani pasien, disamping memantapkan ilmu dan keahlian yang telah didapat. Maklum setelah lama (7 tahun) meninggalkan jejak keilmuan dan praktikum, terasa kaku dan ragu-ragu dalam bertindak, berbeda dengan beberapa teman yang memang setelah D-III menapaki kehidupannya di rumah sakit/puskesmas, dengan beragam pengetahuan, skill dan keberanian diri yang telah tertanam sejak di tempat tugas. Tapi itu bukan merupakan hal surut, karena setiap orang berbeda cara pembawaannya dan keahliannya, dan semakin banyak sharing, semakin banyak kesempatan yang kita dapatkan.
trus gimana pengalamannya....
tidak menafikan teman-teman yang tidak lanjutkan profesi Ners, saya cukup percaya bahwa profesi membawa perubahan yang signifikan, terhadap teori dan praktikum dan lebih mempertajam sebuah keilmuan dengan kondisi riil pasien. sehingga kelanjutan seorang perawat untuk menapaki profesi sangatlah diharuskan, dimana ada beberapa landasan kritis yang memang harus menjadi bahan diskusi bersama dalam sebuah perawatan baik itu di ruangan rumah sakit/puskesmas maupun di masyarakat.
keberagaman pendapat teman2 akan kelangsungan sebuah profesi (keragu-raguan) memang menjadi suatu hal yang wajar, karena regulasi akan profesi belum sepenuhnya jelas, namun seyogyanya bahwa menapaki jenjang profesi akan membawa kita akan sebuah kebanggan akan realitas kehidupan kita sebagai pengemban amanah "profesi" khususnya perawat.
kabar angin sebelum memulai profesi menyatakan bahwa profesi itu berat dan banyak tantangannya, namun yang terjadi.... bahhh.. santainya, tapi... eitsss itu tergantung dari rumah sakitnya... hehehe... okelah walaupun santai apapun tetapi pemikiran kritis akan perkembangan penyakit pasien tetap harus terfokus, hal ini sejalan dengan amanat profesi yang harus dijalankan sesuai dengan kaidah keilmuan dan "critical thinking".
suka dukanya memang ada pada setiap tantangan, yah... namanya juga menuntut ilmu apalagi dalam kebersamaan kelompok... tidak terbayangkan kehebohannya...
semoga profesi membawa kesegaran dalam berfikir dan bertindak.. hidup profesi dan hidup perawat....

Jumat, 31 Desember 2010

Girls of The Year

Comments

Termenung di malam tahun baru 2010-2011, di kamar buntut, menerawang akal sehat mengingat sesosok perempuan yang selama ini mempunyai peran penting dalam kehidupan ini. Perempuan yang mampu hidup di relung perjuangan berat di pundak, dengan limpangan tanggung jawab namun mampu bangkit dan melawan arus kuatnya cobaan hidupnya.

Cerita ini hanya sebagai bentuk apresiasi kepada seorang wanitaku yang beberapa lama ditinggal kekasihnya, yang karena “kesempatan” harus mencari perubahan nasib hidup keluarganya, yang rindu akan kepulangan kekasihnya, yang rindu akan tanggung jawabnya, yang rindu akan nasehatnya…. Semoga tulisan ini menjadi motivasi bagi kekasihnya untuk bisa setia meluruskan pinta hatinya untuk bisa kembali di antara kekosongan hatinya…..

Setiap hari wanitaku ini harus memikul seluruh tanggung jawab keluarga untuk sementara, menafkahi “cinta”, menghiasi buah hati “cinta”, memberi sesuap kehidupan dengan air cinta dan kasih sayang, menidurkan cintanya dengan damai di kasur mimpi, menceritakan kehidupan kupu-kupu di kelopak bunga, menggiatkan aktif canda tawa untuk setiap perkembangan psiko-kognitif bidadari dan pangeran masa depan.

Kehidupan berlanjut, 52 KM perjalanan tempuh dari sebuah dusun kecil di ujung kecamatan dengan mobil angkutan dengan waktu tempuh selama 1 jam 20 menit, memasuki kota dengan angkutan antar kota memasuki hamparan tugas sebagai seorang pegawai sipil, yang harus melayani pasien dan atasan dimana menghiasi kenyamanan dengan senyum, kesabaran dan ketelitian. Dengan 6 jam aktif, membuat hidup seakan tiada pernah habis untuk melepaskan lelah……

15.00, lapar itu baru terasa, padahal dari jam 07.00 itupun hanya seteguk air sebagai penghilang kelelahan diantara urusan seluk beluk rumah tangga yang tiada hentinya berputar, seakan tidak pernah habis untuk dikerjakan, semuanya tanpa keluhan, hanya hati yang ikhlas yang memberikan kesempatan untuk bersabar menghadapi cobaan. Yah, namanya wanita, kodratnya sedianya seperti itu, namun itupun bukan berarti urusan mereka, setidaknya dipahamilah bahwa mereka-lah sumber pemenuhan 4 sehat 5 sempurna, dengan mereka nutrisi kepintaran dan kekuatan itu terbentuk.

Di keramaian pasar, mencari sesuatu yang bisa untuk dibawa pulang sebagai bekal untuk hari esok, terik panas bukanlah halangan, mengelilingi kerumunan, mencari harga efektif untuk hidup, seakan sudah terbiasa, namun kaki seakan terasa lumpuh dengan aktivitas pelayanan rumah sakit yang intens dan komprehensif. Apapun yang terjadi langkah kaki kembali diayunkan untuk menerobos keramaian untuk kembali ke rumah yang damai.

Terminal angkutan luar kota sudah menunggu penumpang, 30 menit menunggu, wanitaku merebahkan diri kembali di kursi berhimpit dengan penumpang lain, 1 jam 20 menit perjalanan kembali di tempuh, angin menghibas muka seakan ingin tidur, namun pikiran itu tidak pernah akan berhenti berfikir, bagaimana esok hari lagi, mengatur rencana kegiatan harian, karna ini adalah waktu yang tepat untuk berfikir, waktu yang tepat untuk mengambil keputusan, karna setibanya di rumah…..

Kegirangan cinta yang menunggu, dengan melihat oleh-oleh yang dibawa oleh sang bunda… menjadi rebutan untuk bisa digendong, seakan-akan “cinta” juga ingin mendengar cerita hidup wanitaku, apapun yang terjadi kelelahan sekejap hilang dengan senyuman, tawa dari penantian cinta di rumah, itulah rezky “cinta”, mereka seakan obat hidup dunia dan akhirat kelak, seakan tak henti memberikan kita alur cerita hidup ini kembali hidup.

“Diiringi gemuruh angin, meniup daun-daun, alam yang jadi saksi kauserahkan jiwa raga….. angin tetap berhembus.. tak henti, walaupun sampai akhir hayatku….oh… angina malam… bawa daku kepada-nya”…… sepenggal lagu “angin malam” membawa curahan hati wanitaku di Nokia 6300 kekasihnya, seakan tidak pernah habis cerita ini…..

Hanya doa yang bisa diberikan, semoga dia di lindungi di Sisi-Mu ya Allah, semoga, diberikan kesehatan dan kekuatan, diberikan rezky, dijauhkan dari marabahaya,…. Dan dipertemukan kembali dengan kekasihnya….. Amien….

Rabu, 29 Desember 2010

Memory Ruang PB

Comments

Semua datang dari tempat berbeda, berbeda tempat kerja, dan dengan perilaku yang berbeda pula, berkumpul di suatu komunitas ilmiah, di suatu kelas yang bernama PB 321-322, dengan nama kelompok B angkatan 2009.

Tidak terasa waktu sisa 3 bulan efektif pencapaian target kesarjanaan akan mencapai klimaks. Waktu untuk kita bersama, melepaskan kangen, melepaskan cerita, melepaskan tawa, mulai sempit, entah kapan kita bisa curhat lagi kawan…. Semua kembali sibuk dengan rutinitas ilmiah…. Ada yang di kamar mengetik dan berfikir, ada yang di kampus berjuang dengan ujian proposal, ada yang sudah berada di tempat meneliti, ada yang sibuk urus surat-surat meneliti. Dan kesibukan lainnya.

Saya kagum dengan semua teman-temanku sudah bisa mencapai target-nya masing-masing, akan tetapi hal ini akan menjadi akhir dari cerita kita, “setidaknya”???. Namun nomor kontak ini dan akun facebook masih menjadi obat rindu yang bisa di obati, seakan ingin mengatakan tidak ada kata berpisah….. memang waktu kita masih lagi setahun, karena ada satu tahun lagi perjalanan profesi “Ners”, namun tidak seperti waktu 16 bulan berlalu kita di kampus ini….

Setiap hari ingin menulis pesan “Hape” : “dimana bro, di kampus apa di kost?, ketemuan dulu e”…. sesungguhnya hal ini adalah suatu rasa kangen, yang semerbak tidak tertahan… entah ketemuan ini untuk sekedar melihat senyuman, sapaan ataupun celotehan…. Pokoknya kalo bisa untuk kembali ke kampus, rasanya saya masih ingin kembali.

Namun, apakah itu mungkin??? Kaya’nya semua sudah hanyut dalam persoalan masing-masing untuk menyelamatkan diri dari ujian-ujian dan proses ending yang begitu padat.

Fren… apakah saya gila??? Apakah saya ambisi?? Maka maafkanlah saya…… namun kehangatan kalian adalah obat-ku selama ini, baru terasa bahwa memang kalianlah sebagai pemberi motivasi, kalianlah sebagai guruku, kalianlah sebagai penghiburku di kala susah, senang dan serius.

Saya hanya bisa berharap kapan kita bisa berada lagi “gorengan”, “perpustakaan”, “kelas”, “IT room”, “taman”, “Jasper”, “bantimurung”, “malino”, “tanjung bayang”, “21”, “mall” dan malah di hotspot…. Gila memang selalu bersama kalian fren, namun enjoy itu selalu terbawa, ada kalian maka damailah hatiku….

Inspirasi itu muncul dari kalian, introspeksi diriku juga dari kalian, sejatiku hanyalah kalian….

Semoga kita diberikan jalan hidup ini dengan baik, dan di ridhoi di jalan tuhan yang maha kuasa, karena dengan karunianyalah kita selalu di berikan kekuatan, kesempatan untuk bisa bersua, bercengkrama, dan bersenda gurau lagi….

Semoga kenangan kita masih tersisa di lubuk hatimu fren….

Doa kita selalu bersama…..succes….

Mensyukuri ni’mat Tahun 2010, songsong 2011 yang lebih baik

Comments

Allah SWT menciptakan kita tanpa diragukan, SEMPURNA, walaupun ada beberapa diantara kita yang kurang dan tidak seperti kita…. Bersyukurlah, karena engkau diberikan keni’matan hidup yang SEMPURNA.

Menapaki, tahun 2010 sampai di penghujung tahun ini, sungguh tidak terasa, roda waktu berputar, seakan tidak pernah lelah, menjauhi seluruh godaan ketidaktepatan “waktu karet”, tidak seperti manusia yang menyepelekannya dengan sengaja/tidak sengaja….

Setiap kita mempunyai cita-cita hidup di setiap tahun, “hari ini lebih baik dari kemarin, dan hari esok akan lebih baik dari hari ini”, sesungguhnya semua membutuhkan perencanaan yang matang dan revieuw/evaluasi, segala kelemahan dan kelambatan sehingga perencanaan yang dilaksanakan dapat teratasi walau tidak sempurna seperti apa yang diharapkan, atau kadangpun sempurna sesuai dengan hasil yang diinginkan.

Mengawali tahun 2010, rutinitas kampus menjadi prioritas, kesempatan yang diberikan menjadi pemacu untuk berafiliasi dengan system kebut semester, yang notabene menguras, membersihkan dan hampir mengubur segala kepenatan alam fikir, tapi Alhamdulillah segalanya hari ini berjalan dengan baik, tanpa ada hambatan yang signifikan.

Kisah-kasih kampus, selain membawa suatu dilema hidup dari kehangatan keluarga, juga membawa suatu aroma kehangatan berfikir untuk bisa berkembang dengan berbagai kemajuan dan sinergitas ilmu yang diracik dengan metode pembelajaran baru menggiatkan beberapa suasana pembelajaran yang atraktif, namun tidak semua pembelajaran mengambil bagian dalam peran-peran tersebut, kadang juga ada yang memakai pola-pola lama yang membosankan, dan kadang menjadi hanya menjadi “seremonial”.

Perjalanan kuliah yang sangat terasa adalah diujung tahun ini, dimana akhir dari sebuah perjuangan mencapai titik klimaks dan berakhir sesuai dengan proses yang ditetapkan. Semester akhir yang menancapkan segala pemikiran, menggeas judul dengan ketegasan individual mengawali sebuah karya ilmiah, membuat semua berlomba mencari jati diri, kemana dan bagaimana ini harus diselesaikan, dan lebih cepat lebih baik, demi target yang harus dicapai.

Disisi lain, akhir semester membawa kita semua ke individualistic, dikarenakan masing-masing mempunyai tanggungjawab sendiri dalam memberikan yang terbaik untuk dirinya, individu mendapatkan judul, membawa ke alam fikir rasional/non rasional demi menggagas fenomena ke arah ilmiah untuk diperbicangkan dan diperjuangkan sebagai prestasi akhir dari perjuangan menimba ilmu.

Tidak dipungkiri, perjuangan demi perjuangan, harus juga diiringi dengan kebugaran fisik dan mental demi menjaga stabilitas emosi, stressor, positive thinking, political will, etc….., sehingga kesehatan adalah segala-galanya untuk hidup di surga dunia ini yang dilingkupi dengan berbagai macam virus-virus, dari virus-virus cinta sampai ke virus-virus penyakit…… (kacau….)… Alhamdullilah, sepanjang tahun ini diberikan rahmat dan rezky kesehatan yang baik, walaupun ada sedikit insiden yang sangat menyakitkan dan hal tersebut dialami di awal tahun (dengan teman baikku-@ poros Tol Makassar) dan pertengahan tahun (dengan istriku@Ambon), semua memang cobaan untuk kejujuran hidup…. Hidup ini harus jujur dan jujur….. ingat juga bahwa: “sehat adalah bukan segalanya-galanya, namun sakit dapat merubah segala-galanya”.

Kemaknaan hidupku selalu ‘hijau” dengan pergumulan teknologi “FB”, “Blog”, “e-mail” etc…. dan hal ini sebenarnya bukan terobosan baru, namun memang menjadi suatu icon hidup yang elegan, untuk menjaga silaturahmi, mengungkapkan “dan menumpahkan ekspresi”, memberikan dan menerima, menjadi suatu kesatuan dalam “group activity” membuat hidup lebih hidup.

Sebenarnya tujuan hidupku tercapai tidak??? Hmmmm, cita-cita hidupku, tidaklah t’lalu penting dirasa bagi-ku, karena titiknya adalah bagaimana menjaga “image”, “personality” tetap di jalur-jalur agama dan social, demikian juga dengan silaturahmi, namun, jalur silaturahmi ini memang menjadi suatu kelemahanku dimana ada beberapa keangkuhanku menjadi boomerang intrik persahabatan, sehingga persoalan ini memacu diri untuk bisa berapresiasi lebih baik untuk membangun jalinan persaudaraah agar lebih baik, dan ini menjadi “icon social change” di tahun mendatang.. yang jelas 2011….

Sekiranya Allah SWT, berkenaan merubah suatu kaum, jika kaum itu mau juga merubah dirinya, maka marilah kita sama-sama mereflesikan hidup ini untuk selalu berubah, semoga dalam koridor-koridor / batas-batas nilai “agama” dan “social” di dalam hidup dan kehidupan kita. Semoga semua khilaf dan kesalahan dapat di maafkan oleh semua pihak, untuk dapat membangun lagi individu ini ke arah yang lebih baik… mari kita songsong 2011 ini dengan mengucapkan Bissmillah, dan Alhamdulillah kita sudah melewati 2010 dengan selamat, aman dan nyaman baik psiko-sosial-spiritual…. Go to the change and get u goal…. bravo

Prev Home